Gaya Hidup

Pertama Kali Periksa Mata

Beberapa bulan lalu di perusahaan tempat saya Bekerja yaitu Excellent melakukan MCU untuk seluruh karyawannya. Salah satu yang diperiksa adalah mata. Sebenarnya saya sudah menyadari bahwa mata sebelah kiri saya sudah sedikit buram. Hanya saja selama ini saya cukup terbantu oleh mata sebelah kanan, karena masih cukup jelas. Aktivitas sehari-hari saya juga tidak terganggu. Jadi, saya belum berpikiran untuk periksa dan memakai kacamata. Sebenarnya jika sudah menyadari atau aware dengan keadaan mata kita sendiri, bisa segera dicek jangan menunda-nunda. Tapi, untuk sekarang saya merasa butuh dan terganggu jika tidak menggunakan kacamata, karena sejak bulan September 2019 saya memiliki aktivitas tambahan yaitu kuliah. Saya memang selalu duduk di depan, tapi beberapa kali saya harus memfokuskan mata saya dahulu, baru bisa terbaca dengan baik.

Ditambah saya takut buat periksa mata, karena saat MCU kata dokter hasil dari pemeriksaan mata saya kurang baik. Dokter menganjurkan untuk diperiksa dengan mesin khusus, karena memang saat MCU diperiksanya ala kadarnya. Setelah mendapat saran itu, sebenarnya saya merasa takut karena khawatir hasilnya membuat saya down. Waktu itu juga teman-teman saya melihat hasil MCU mata saya, yang menurut mereka aneh dengan hasilnya. Sebenarnya saya nggak menghiraukan itu, karena mereka hanya menerka-nerka saja. Mungkin bisa benar, mungkin juga salah. Tapi, saya lega bahwa hasil cek mata tersebut masih tidak jelas, bagus tidak, jelek juga tidak tahu.

Seumur hidup saya belum pernah periksa mata, ini pertama kalinya berniat untuk periksa. Saya bingung, mencari tempat untuk periksa yang benar-benar hasilnya akurat. Saya tidak mau diperiksa dengan hasil yang ngawang-ngawang, alias ngira-ngira doang. Saya pakai kacamata untuk membantu saya melihat dengan jelas, bukan untuk memperparah mata saya sendiri. Sebenarnya tidak ada yang spesial dari memakai kacamata, karena artinya kita punya penyakit. Tidak bisa melihat dengan jelas, perlu bantuan. Tapi, kalau memang mata kita perlu bantuan, apakah lebih baik juga kalau kita biarkan begitu saja mata kita tanpa dibantu? Itu tidak menyelesaikan masalah menurut saya. Selain itu, pakai kacamata bisa terlihat keren jika pakainya kacamata gaya. Ehehe.

Motivasi saya saat ini ingin bisa terbantu membaca dengan jelas, motivasi terbentuk karena sebuah kebutuhan. Kebutuhan tersebut mendorong kita untuk melakukan usaha agar dapat memenuhinya dan tercapainya tujuan tersebut. Tentu, usaha saya mencari tempat yang bagus untuk memeriksa mataku. Target saya bertanya kepada teman yang menggunakan kacamata, so pasti. Mereka pasti sudah melewati hal-hal yang baru saya lakukan sekarang, mereka jauh lebih tahu. Waktu itu saya menanyakan kepada rekan kerja saya, namanya Mbak Rahmi biasa dipanggil mbak Ami. Karena dia pakai kacamata, maka dari itu dia adalah target utama saya menanyakan hal-hal yang saya ingin tahu. Mbak Ami langsung memberikan rekomendasi untuk periksa di Optik Melawai, waktu itu rasanya saya baru mendengarnya. Padahal, kalau di mall-mall banyak banget lho tokonya, nama tokonya juga terpampang sekali, dan saya baru menyadarinya. Wkwk. Mbak Ami bilang, disana akan diperiksa secara detail, karena menggunakan mesin-mesin khusus, bukan hanya ditutup mata sebelah kanan, kemudian mata sebelah kirinya melihat huruf yang diberi jarak kurang lebih satu meter. Hasilnya ngawang-ngawang. Akhirnya saya memutuskan untuk periksa disana, beberapa kali sempat ke tokonya dulu buat liat-liat model frame nya beberapa kali gajadi beli karna uang belum terkumpul. Yagapapa sholawatin dulu.

Akhirnya hari Jumat, 24 Januari 2020 di Optik Melawai SMB. Mbak Ami mau saya ajak untuk temani saya periksa mata. Karena Mbak Ami sudah pernah, makanya saya minta temani dia. Alhamdulillah dia mau, seneng sih. Makasih Mbak. Mbak Ami bantu memilih model frame kacamata. Setelah menetapkan pilihan. Eaak kaya milih pasangan aja. Selanjutnya, tahap pemeriksaan. Tahap ini yang bikin deg-degan. Wkwkwk lebay banget. Tahapannya lumayan banyak ada 3, nggak meragukan karena pasti hasilnya akurat. Saya diperiksa oleh karyawan perempuan, Alhamdulillah sama perempuan, kalau sama laki-laki mungkin bakal kikuk. Sebut saja dia Mawar, karena saya nggak sempat untuk menanyakan namanya. Sebelum periksa saya ditanya, apakah sudah pernah periksa sebelumnya? saya jawab baru pertama kali.

Pertama, saya duduk di mesin untuk memfoto mata, saya dipersilakan duduk lalu disuruh menempelkan dagu dan jidat di mesin yang sudah disediakan. Tahap ini hanya sebentar. Setelah itu,

Kedua, saya pindah ke mesin kedua, saya dipersilakan duduk. Setelah duduk, Mbak Mawar menginjak tombol, kemudian tempat duduk yang saya duduki naik keatas sedikit, untuk menyesuaikan dengan mesin yang akan didekatkan atau agak menempel dengan mata kita. Mesin itulah yang keren, dia bisa mengganti lensa secara cepat dan beraneka. Dan di depan mesin itu ada layar untuk melihat huruf-huruf. Disitu pula saya seperti dihadapkan kuis dadakan seperti dikampus. Wkwk. Bertahap, Mbak Mawar periksa mata saya sebelah kanan, saya disuruh menyebutkan huruf yang disediakan dilayar, saya menyebutkan dengan apa adanya. Setelah itu, dilanjut periksa mata sebelah kiri, beberapa huruf terjawab, beberapa huruf buram. Beberapa kali ditanya dengan cepat, “Lebih jelasan yang pertama atau kedua”, saya siap dan menjawab dengan cepat juga tepat. Karena kadang saya juga orangnya gaenakan, saya sebenarnya khawatir juga kalo jawaban saya saat ditanya cuma karna ngerasa gaenakan aja, ya pasti hasilnya jadi ga maksimal dong pemeriksaannya kalau gitu. Makanya saya jawab ya apa adanya.

Ketiga, setelah sudah melakukan pemeriksaan kedua. Mbak Mawar sudah mendapatkan hasilnya, mata sebelah kanan minus berapa dan mata sebelah kiri minus berapa. Tahap selanjutnya, memakai kacamata sesuai dengan hasil di tahap kedua. Saya pakai kacamata yang diberikan, kacamatanya itu lucu bentuknya, bukan seperti kacamata biasa, warnanya abu-abu dia imut gitu ukurannya, saya juga masih ditempat duduk tadi. Mbak Mawar memberikan dua opsi, mau yang kelihatannya ngezoom banget atau yang nggak terlalu ngezoom, saya lebih nyaman yang nggak terlalu ngezoom, karena kelihatan beda sekali oleh kehidupan nyata wkwk. Lanjut, saya disuruh untuk mencoba menggunakan kacamata tadi sambil berjalan dan melihat sekelilingnya, apakah sudah nyaman dan nggak pusing. Saya bilang sudah sesuai dan cocok. Saya juga cukup lega bahwa hasilnya tidak separah yang selama ini saya pikirkan. Mbak Mawar bilang, hasilnya masih kecil jadi tidak perlu beli lensa khusus. Alhamdulillah. Tahapan pemeriksaan selesai, selanjutnya melakukan pembayaran. Pembayaran bisa DP terlebih dahulu ya guys, Mbak Mawar bilang bisa diambil setelah 3 hari lagi. Hari Senin, 27 Januari 2020 ku ambil setelah pulang kerja. Alhamdulillah hasilnya memuaskan dan nyaman.

Sebenarnya salah satu kekhawatiran saya juga, takut yang melayani tidak ramah dan asal-asalan. Karena review di google banyak yang negatif tentang karyawannya yang kurang ramah. Tapi, Alhamdulillah, saya kemarin dilayani oleh Mbak yang baik dan murah senyum. Senang sekali. Dear mata, kau sudah bekerja keras selama ini, semoga terbantu dan sehat selalu:-)

Sumber gambar:

klik disini, klik disini, dan klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *