Mindset Kaya vs Miskin

Berawal dari keingintahuan saya pribadi tentang bagaimana hidup minimalist, akhirnya mengantarkan saya pada tontonan youtube yaitu acara Telkomsel Talk yang narasumbernya adalah Desi Anwar, salah satu presenter berita terkemuka di Indonesia. Awalnya saya masih terlalu asing saat mendengar namanya. Mungkin pernah lihat, di televisi, tapi nggak pernah engeh namanya. Saya juga suka pembawaannya, cara berbicaranya, menurut saya tegas dan lugas.

Tapi disini saya nggak akan bahas biografi Ibu Desi Anwar. Pada artikel kali ini saya ingin membahas materi yang ia bawa pada saat acara tersebut. Yaitu hidup minimalist. Ia bilang, hidup minimalist dibagi menjadi dua, diantaranya memiliki Mindset Kaya vs Mindset Miskin. Setelah mendengar apa yang ia katakan, saya penasaran apa yang dimaksud dari Mindset Kaya dan Miskin. Apakah mindset kaya dan miskin diukur oleh faktor ekonomi seseorang? misalnya orang miskin ya mindsetnya miskin, orang kaya ya mindsetnya udah pasti kaya, ternyata bukan.

Mindset Kaya adalah individu yang memilih/membeli sesuatu dengan bijak, tidak ikut-ikutan orang lain, tidak dikuasai oleh keinginan melainkan kebutuhan.

Contohnya: Saya membeli tas dengan harga yang mahal, karena tujuannya untuk invest. Saya butuh tas itu untuk aktivitas bekerja saya, yang artinya adalah menunjang pekerjaan saya. Saya tidak masalah membeli satu tas dengan harga mahal, tapi masih bisa saya pakai 5-10 tahun yang akan datang. Saya juga nggak akan beli tas banyak, karena yang saya butuhkan hanya satu.

Tanpa sadar, itu adalah hal yang saya terapin dari zaman sekolah SD, SMP dan SMK bahkan sampai sekarang. Memang salah satu alasan saya seperti itu, karena faktor keuangan yang tidak akan mungkin juga saat itu saya memiliki macam-macam model tas. Dari dulu, saya hanya punya satu macam sepatu, dan tas. Kalau belum rusak ya saya nggak akan beli. Kalaupun rusak dan belum ada uang ya udah dijalanin dulu. Hehe. Pokoknya sampe barang rusak, baru saya usahakan beli baru atau penggantinya. Secara nggak sadar saya sudah menerapkan hidup minimalist.

Yang kedua adalah Mindset Miskin. Mindset yang dimiliki individu dalam memilih/membeli sesuatu dengan dikuasai oleh nafsu keinginannya, biasanya individu ini selalu merasa “tidak punya” dan membeli sesuatu tanpa berpikir lagi sebenernya membutuhkan atau tidak, yang penting harganya murah langsung angkut apalagi gratis ongkir wkwk.

Contohnya:

Saat sedang ada diskon besar-besaran di toko offline maupun online. Biasanya jika ada barang dan harga yang menarik, langsung tanpa berpikir lagi langsung membelinya, apalagi gratis ongkir. Padahal jika disadari, tidak membutuhkan barang tersebut. Hanya ingin memenuhi nafsu keinginan saja.

Dalam islam juga melarang hidup boros, berikut penjelasannya:

Seperti yang tertuang pada AlQuran Surah Al Isra ayat 27 yang menyebutkan “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Dalam Surah Al Furqan ayat 67 juga menyebutkan “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian”.

Semua barang yang kita miliki didunia juga memiliki hisabnya, jadi jika tidak terlalu penting, lebih baik tidak dibeli. Karena akan memberatkan hisab kita nantinya di akhirat. WaAllahu’alam biswab..

Sumber referensi:

Gambar: klik disini

https://biz.kompas.com/read/2017/07/11/094328528/islam.melarang.untuk.hidup.boros.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *