Gaya Hidup

Pengalaman Naik Skuter GrabWheels

Haloooooo teman-teman bloggerku! Kali ini aku mau berbagi pengalaman naik e-skuter GrabWheels nih yang katanya lagi viral dan trend. Aku nggak sabar mau sharing pengalaman ke kalian semua. Hehe.

Apa itu e-skuter GrabWheels?

“GrabWheels adalah layanan di aplikasi Grab yang memberikanmu akses ke moda mobilitas pribadi (e-Scooter) di Indonesia.” Teman-teman bisa gunakan GrabWheels untuk pergi ke kantor, kampus, atau jalan-jalan seru untuk nikmati udara segar (www.grab.com, 2019).

E-skuter sewa atau gratis?

Jawabannya adalah disewa, kamu cukup menyewa dengan menggunakan aplikasi Grab tersebut. Untuk biayanya saat ini hanya Rp5000 dengan waktu 30 menit. Kalau kamu memakai skuter lebih dari 30 menit, misalnya 31 menit, kamu langsung akan dikenakan biaya tagihan Rp10.000. Awalnya saya pikir, jika memang sudah 30 menit, langsung mati gitu aja skuternya, tapi ternyata tidak. Tagihan tetep terus berjalan meskipun hanya melebihi waktu 1 menit karena langsung terpotong saldo OVO kita. Ohiya, pembayaran hanya bisa dilakukan menggunakan saldo OVO ya gaes. Jadi jangan lupa ya top up saldo OVO kamu dulu.

Dimana kamu bisa menyewa/menemukan lokasi e-skuter GrabWheels?

  • Pertama download aplikasi Grab.
  • Buka aplikasi GrabWheels, kemudian map akan memperlihatkan skuter terdekat yang tersedia.

Untuk saat ini teman-teman bisa menemukan lokasi e-skuter GrabWheels di Green Office Park (BSD City), Lippo Karawaci, Bintaro, Universitas Indonesia dan Soekarno-Hatta International Airport T3, GBK Senayan. GrabWheels akan diluncurkan secara bertahap di beberapa lokasi di Indonesia (www.grab.com, 2019).

Cara membuka GrabWheels
  • Jalan menuju tempat parkir e-skuter GrabWheels terdekat (lokasi bisa terlihat di map dalam aplikasi)
  • Pastikan teman-teman sudah mendownload aplikasi Grab yaa, karena menu e-skuter ada pada aplikasi Grab.
  • Setelah teman-teman mendownload aplikasi Grab dan membuka menu e-skuter. Pilih “Scan” kode QR di bagian tengah pegangan skuter. Setelah menscan kode QR, skuter akan berbunyi, tanda bahwa kamu berhasil menyalakannya.
  • Setelah ini baru teman-teman bisa mengecek baterai skuter, kecepatan skuter, menyalakan lampu skuter, dan fitur keselamatannya. Jika teman-teman belum scan kode QR-nya, maka kalian belum bisa mengecek skuter tersebut. Maksimal kecepatan skuter ada yang hanya 17km ada yang 25km.
  • Setelah ini, teman-teman akan diarahkan ke layar tutorial penggunaan skuter. Jika sudah memahaminya, kemudian muncul tombol “buka kunci”, ini yang akan menandakan bahwa kalian sudah siap untuk mengendarainya. Selamat menikmati perjalanan dengan e-skuter GrabWheels!
  • Setelah selesai, kembalikan e-skuter Anda ke tempat parkir GrabWheels di mana saja. Kemudian, klik “Akhiri Trip”. Kemudian scan kode QR yang ada di tempat parkir tersebut (bukan kode QR yang ada di stang skuter ya!).

Cara mengendarai e-Skuter

Sebenarnya caranya cukup mudah, jika teman-teman sudah terbiasa menggunakan sepeda atau bahkan skuter pijak waktu jaman masih kecil (kalo punya). Heehe.

Untuk lebih jelas dan detail ikuti langkah-langkah berikut ya gaes:

1. Seimbangkan e-skuter dengan mendorongnya sekali dengan satu kaki lalu tekan tombol hijau di sebelah kanan (Ditekan ya gaes, supaya skutermu bisa jalan).

2. Turunkan kecepatan atau berhenti dengan menginjak rem kaki (di bagian belakang skuter) atau menekan tombol merah di sebelah kiri


3. Bunyikan bel jika perlu, caranya hanya di rotate aja, sesuai sama petunjuk di stang. Contohnya di bawah ini ya!


4. Ketika situasi semakin gelap, tahan tombol di skuter selama 2 detik untuk menyalakan lampu depan. Di pencet tombol head light pada layar skuter tersebut, kemudian lampu skuter akan menyala.


5. Selalu berhenti dan perhatikan kendaraan lain di persimpangan jalan, pastikan juga untuk selalu mengutamakan pejalan kaki setiap saat. Mulailah dengan perlahan dan tingkatkan kecepatan secara bertahap ketika aman untuk melakukannya.

Pengalamanku Naik e-skuter GrabWheels

Pada hari Senin, 28 Oktober 2019, kebetulan ada jadwal untuk pergi kunjungan ke daerah FX Sudirman bersama dengan senior saya. Jadwal bertemu dengan klien tersebut jam 07:30 WIB. Karena khawatir telat dan terburu-buru, akhirnya kami berangkat lebih awal. Sebenarnya rencana awal ingin naik Bus, karena khawatir telat, akhirnya kami berubah pikiran untuk naik Commuter Line (KRL). Kami janjian di Stasiun Bekasi pukul 05:00 WIB. KRL akan berangkat pukul 05:18 WIB. Sebelum masuk KRL kami bertemu, kemudian saya info ke senior saya, kalau saya misah di kereta khusus wanita. Suasana KRL Bekasi-Manggarai seperti biasa, desak-desakan. Tetap hati-hati dan waspada.

—-

Kami transit di Stasiun Manggarai, kemudian berlanjut naik KRL jurusan Angke. Kemudian turun di Stasiun Sudirman. Kami sampai Stasiun Sudirman pukul 06:30 WIB. Sangat kepagian, tapi tumben di KRL jurusan Angke ini longgar alias tidak desak-desakan. Mungkin karena masih pagi. Kami membeli sarapan terlebih dahulu, setelah itu ada ide untuk naik MRT. Karena melihat waktu juga masih lama. Akhirnya dari Stasiun Sudirman kami menuju Stasiun MRT Dukuh Atas, untuk menuju ke Stasiun MRT Senayan. Setelah sampai di Stasiun MRT Senayan, kami sarapan terlebih dahulu makanan yang tadi sudah di beli, sambil menunggu waktu sampai pukul 07:00 WIB. Setelah itu kami jalan kaki dari Stasiun MRT Senayan ke FX Sudirman, jaraknya hanya 1,1 KM, tidak jauh.

Setelah sampai tempat tujuan, ternyata senior saya dapet info kalau bertemunya di undur menjadi pukul 10:00 WIB karena beliau ada upacara pagi terlebih dahulu. Hmmm. Kamipun bingung mau kemana setelah ini. Akhirnya kami duduk menunggu di Halte Bus Trans Jakarta. Waktu sampai di Stasiun Sudirman saya bilang sama senior saya, kalau saya mau coba naik e-skuter GrabWheels yang lagi trend. Saya tahu informasi e-skuter ini karena melihat teman instagram saya menggunakan e-skuter GrabWheels ini. Saya jadi penasaran ingin mencobanya. Nah, kebetulan banget nih bertemu klien nya di undur, senior saya bilang “Kamu kalau mau coba skuter ndak apa-apa Lifa, nanti saya tunggu di Halte aja”. Akhirnya saya mau dong, karena gabut juga kan ga ngapa-ngapain di Halte.

Saya pergi mencari tempat parkir e-skuter terdekat, kemudian diarah kan ke tempat parkir FX Sudirman. Saya sudah mengikuti peta, tapi saya bingung ini dimana tempat parkirnya sih 😀 Kok ndak nemu. Karena bingung, saya bertanya sama bapak grab yang lagi melipir di pinggir jalan, dia dari tadi emang liatin saya yang kebingungan wkwk, akhirnya bapak itu kasih tau saya tempatnya. Alhamdulillah ketemu gaes. Saya pikir tempat parkirnya itu di pinggir jalan gitu, ternyata oh ternyata. Ada di depan Lobby FX Sudirman. Wasalam, pantesan ndak nemu.

Saya kaget, karena jumlah e-skuter ini banyak sekali disini (lihat gambar). Tapi saat saya kesitu, suasananya sepi. Saya bingung, ragu, takut, campur aduk. Naluri takut salah selalu aja menghantui. Akhirnya saya mencobanya. Satu kejadian yang membuat saya ketawa geli, pada tahap selesai scan, muncul tutorial cara penggunaan, seharusnya klik “buka kunci” terlebih dahulu. Saya tuh malah langsung bawa e-skuternya keluar dari parkiran, dan saya coba dua kali kok ndak jalan. Sampai bunyi tiut-tiut-tiut, ASLI PANIK. wkwk. Tapi untungnya sepi dong. Akhirnya saya cek lagi di aplikasinya, ternyata ya itu karena belum klik “buka kunci”. Ya pantes saya bawa keluar dari parkiran rodanya berat buat dijalanin, yaiyalah orang masih dikunci bambanx :D.

Akhirnya mulai menikmati perjalanan menggunakan e-skuter, asik banget dong hihiw. Tapi ada perasaan takut, karena takut salah jalur aja. Sebenarya e-skuter ini termasuk ke jalur pejalan kaki. Kalau di jalan raya, di pinggirnya. Tapi takut aja ditegur sama pak polisi, di Jakarta banyak polisi :D. Yang menjadi problem ketika saya mengendarai e-skuter adalah ketika melihat situasi atau melihat pengendara transportasi lain yang di belakang harus nengok dulu ke belakang, mungkin kalau ada spion kecil di skuter lebih enak kali ya. Hehe. Mungkin lebih nyaman dan enak juga kalau dibuat jalur khusus e-skuter kali ya, hehe. Satu lagi problem saya, ketika mengendarai e-skuter di wilayah orang lain, saya butuh sekali melihat maps, karena saya belum tahu daerah tersebut. Ketika mengendarai e-skuter saya kesulitan jika sambil memegang handphone kemudian melihat maps, kacau wkwk. Mungkin supaya lebih mudah bisa ditambahkan penyangga handphone, supaya lebih mudah ehehe. Kemarin tuh saya berenti-berentian karena sesekali saya harus melihat maps kemudian menaruh handphone saya di tas. Asli ribet banget.

Tips saat ingin mencoba e-skuter nih. Kamu jangan terlalu bawa barang banyak ya, karena pasti ribet jadinya. Mungkin cukup slingbag saja. Cek baterai terlebih dahulu ya, supaya kamu lebih nyaman memakai e-skuternya. Untuk menjaga keselamatan kamu, ketika mengendarai e-skuter pakai sepatu ya, tidak disarankan pakai sendal jepit. Hehe. Kalau kamu mau kebagian sewa e-skuter, lakukan di hari kerja atau jam kantor ya seperti saya ini. Karena menurut informasi dari pengunjung yang aku temui di parkiran, setiap sore selalu ramai sekali bahkan sampai rebutan katanya. Kalau kamu beruntung, ada petugas juga disana yang biasanya ready untuk membantu atau menginformasikan kamu saat kesulitan menggunakan e-skuter. Biasanya di baju pertugas tersebut ada pin yang tulisannya “Ask Me”. Kalau kamu bingung, bisa tanya petugasnya itu. Ehehe.

Segitu dulu yang bisa aku bagikan, selamat mencoba ya sobat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *