Gaya Hidup

Beras Merah

Sudah hampir 3 bulan saya membelikan beras merah untuk keluarga. Tujuan utama saya adalah supaya kedua orangtua saya bisa mengontrol mengkonsumsi nasi putih. Beberapa bulan lalu memang Ibu saya sering mengeluh bahwa pandangan kabur, badan terasa tidak enak, ingin pipis terus, dan lemas. Setelah di check ke klinik ternyata gula darah ibu saya tinggi, kolestrolnya juga sempat tidak bisa dicheck. Saat itu ibu saya baru selesai di cek gula nya, saya bertanya “berapa gula darahnya?”. Ibu saya menjawab “Gulanya tinggi, sampai 350 mg/dL”. Karena yang bisa dikatakan normal itu ya 100 mg/dL. Aku ngerasa panik dong. Kenapa ibuku bisa sampai gula darahnya tinggi. Dokter menyarankan agar ibu saya mengurangi konsumsi nasi putih. Maka dari itu tanpa berpikir panjang, besoknya aku coba cari beras merah. Katanya beras merah itu bermanfaat untuk mengontrol kadar gula yang tinggi.

Beras merah memiliki indeks glikemik rendah yang membantu dalam mengurangi lonjakan insulin dan membantu dalam stabilisasi kadar gula darah dalam tubuh. Sebuah studi perbandingan yang dilakukan dalam hal ini mengungkapkan bahwa beras merah kaya asam fitat, serat, dan polifenol penting. Beras merah adalah sumber karbohidrat kompleks yang membantu dalam pelepasan gula lebih lambat dibandingkan dengan nasi putih.

Dan juga beras merah bisa mengontrol kadar kolestrol. Beras merah adalah pilihan yang bagus untuk menjaga kadar kolesterol yang sehat karena mengandung minyak alami. Sebuah penelitian investigatif mengungkapkan bahwa beras merah memiliki kualitas hipokolesterolemia, sehingga mengatur katabolisme kolesterol. Berisi nutrisi bermanfaat yang membantu metabolisme lipid dan glukosa.

Sampai saat ini keluarga saya yang ada dirumah, Ibu, Bapak dan saya biasa mengkonsumsi nasi campuran beras berwarna merah dan putih. Karena masih proses adaptasi jadi mekanismenya masih dicampur dengan beras putih. Karena menurut orang-orang beras merah itu rasanya ambyarr. Beras merah ini pantas harganya elit perliternya karena memang manfaatnya lebih banyak. Alhamdulillah ibu saya sudah mendingan selama 3 bulan mengkonsumsi beras merah. Tetapi memang setiap akhir pekan dirutinkan juga untuk check kondisi di klinik dan tetap mengkonsumsi obat yang diberikan dokter.

Semoga Allah selalu beri kesehatan untuk kita semua. Tentunya kedua orangtua kita. Semoga bermanfaat~

Referensi: https://doktersehat.com/manfaat-dan-efek-samping-beras-merah-yang-wajib-anda-ketahui/

2 thoughts on “Beras Merah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *