Gaya Hidup

Kegiatan Baru

Sudah hampir empat pekan saya menjalani perkuliahan. Tak terasa sudah harus bayaran kuliah lagi. Haha. Dari empat pekan tersebut, banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan. Terutama adalah memiliki kegiatan atau kesibukan baru. Dari yang biasanya setiap malam saya habiskan dengan santai di depan TV dengan keluarga, sampai sekarang saya habiskan di depan laptop untuk melaksanakan kuliah online dan menyelesaikan berbagai tugas.

Jadwal kuliah saya sangat simpel, ada tujuh mata kuliah dengan total 19 SKS. Dua matkul masuk ke kelas online setiap Senin-Jum’at. Jadwal awal, tiga matkul masuk ke kelas tatap muka di hari Sabtu. Tapi ada satu matkul yang dipindahkan jadwalnya menjadi Selasa malam. Sebenarnya saya ga sreg, tapi apa dayalah. Kita sebagai mahasiswa harus mendosenkan dosen. Dengan alasan rumah yang jauh dan tempat tidak tersedia, jadwal kuliah jadi tidak sesuai perjanjian di awal. Balik lagi, mau tidak mau kita dipaksa untuk setuju dengan dosen yang menetapkan pindah jadwal. Padahal kita punya hak untuk tidak setuju, karena kita bayar Pak/bu. Sedangkan untuk dua matkul lagi akan dikejar ketika semester pendek nanti.

Pada pekan pertama tepatnya di hari Sabtu kuliah tatap muka, setiap jam mata kuliah dimulai dengan sesi perkenalan. Saya mendengarkan dan menyimak profesi yang teman-teman jalani saat ini. Beberapa teman-teman saya ada yang bekerja shift sebagai operator di pabrik, ada yang bekerja di Minimarket, ada juga yang sebagai HRD di Supermarket, ada yang sebagai marketing di perusahaan properti dan ada juga yang menjadi announcer di salah satu Stasiun besar. Saya bangga, melihat mereka disela-sela waktunya masih memikirkan untuk kuliah.

Saya banyak melontarkan penilaian kepada dosen yang mengajar. Saya bingung dan garuk-garuk kepala. Ternyata masih ada aja gitu lho dosen yang ngajar tapi membaca slide presentasi. Dari slide 1 sampai 50 dibacain sama dosennya. Baik banget kan? wkwk. Menurutku seharusnya sudah tidak ada lagi lah dosen yang macam itu. Karena nyari duit ga segampang itu, dan kita butuh pemahaman ilmu bukan cuma sebagai penggugur kewajiban aja. Udah absen, udah dibacain, udah selesai, paham? nggak. Kebanyakan dari temen-temenku banyak melontarkan pertanyaan, dan dosennya sendiri bingung ngejelasinnya, bahkan dia lupa apa yang sudah dia bacakan. “Pesan untuk diriku, kalau seandainya kamu jadi dosen jangan seperti itu, plis”

Tapi Alhamdulillah, ada juga lho dosen yang benar-benar enak, ngejelasinnya juga bikin paham, kita diajak berinteraksi untuk lebih paham, jadi kita semangat buat mempelajari matkulnya. Lagi-lagi sifat orang berbeda-beda. Memang kita nggak bisa menyama ratakan apalagi menuntut untuk sesuai dengan apa yang kita mau. Cara mendoakan adalah jurus yang paling ampuh, maka doakan dia.

Sekarang sudah hampir memasuki pekan keempat. Sudah mulai banyak tugas yang diberikan, dari mulai makalah dan presentasi. Udah bener-bener jadi mahasiswa nih. Haha. Doain ya gaes, semoga lancar dan terus berkomitmen.

3 thoughts on “Kegiatan Baru”

  1. Sesuai pengalaman saya selama kuliah juga ada salah satu dosen yang menurut teman-teman saya tidak kompeten. Bahkan bukan hanya di kelas saya aja tapi beberapa kelas juga bilang seperti itu. Dan ada salah satu kelas yang mengajukan untuk ganti dosen dengan mengajukan tandatangan satu kelas dan diajukan ke bagian Akademik untuk mengganti dosen yang tidak kompeten itu. sadis bukan ?? tapi jangan diikutin sih caranya ini begitu sadis wkwkw 😀

  2. Alhamdulillah berhasil fah 😀 . Ya memang terlalu sadis sih tp klo bisa comment dulu aja ke bagian akademiknya supaya nanti disampaikan ke dosen terkaitnya dan lihat perubahannya. Jika tidak ada perubahan barulah eksekusi wkwkwk LOL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *