Gaya Hidup

Pantai Bandengan Jepara, berlanjut ke Simpang Lima Semarang

Melanjutkan perjalanan hari terakhir di Jepara, sebelumnya aku sudah mengunjungi Museum R.A Kartini, hari ini aku berencana untuk ke salah satu pantai yang terkenal juga di Jepara yaitu Pantai Bandengan. Sebelumnya aku sudah mengunjungi Pantai Kartini. Pantai memang tujuan awalku, selain tujuan untuk melihat Proses Pembuatan Kain Tenun.

Pagi ini adalah hari terkahirku di Jepara, aku berencana kembali ke Semarang pada siang hari ini setelah mengunjungi Pantai Bandengan. Karena sebelumnya aku berangkat dari Semarang ke Jepara menggunakan Bus Angkutan Umum. Kali ini aku tidak ingin menaiki kendaraan itu lagi, karena menurutku sangat tidak nyaman, meskipun harganya murah meriah. Nanti siang aku akan kembali ke Semarang menggunakan Kencana Travel seperti menggunakan mobil Elf dengar harga Rp55.000. Kendaraan yang ku naiki sudah ku pesan sebelum aku pergi ke Pantai Bandengan. Karena waktu yang sangat sempit aku langsung menuju Pantai Bandengan.

Aku berangkat menuju Pandai Bandengan diantar menggunakan Grab, harganya lumayan murah Rp14.000, karena memang jaraknya hampir 10KM. Sesampainya disana aku tidak perlu berjalan jauh seperti layaknya ketika mengunjungi pantai di Ancol, harus menaiki bus wara-wiri terlebih dahulu. Tiket masuk ke Pantai Bandengan Rp5.000 untuk Dewasa hari biasa, dan untuk anak-anak hari biasa Rp2.000 harga yang sangat murah dengan keindahan yang nggak kalah keren.

Tidak sama seperti dugaan saya, bahwa Pantai Bandengan ini ternyata lumayan ramai. Meskipun aku datang tidak di hari libur. Pantai ini memiliki pasir berwarna putih dan bertekstur halus jadi nggak perlu khawatir jika kakimu lecet. Kondisi air laut yang ada di pantai ini juga cukup baik dan jernih sehingga menimbulkan kesan indah & lebih bersih. kemudian ombak yang tenang, tidak seperti ombak yang ada di Pantai Kartini yang sangat kencang, Tapi memang di beberapa titik pantai ada banyak sampah plastik, ini sangat menyedihkan sekali. Sehingga pantai yang sungguh indah ini ternodai dengan banyaknya sampah plastik di beberapa titik.

Pantai Bandengan

Sebenarnya banyak Objek wisata dan fasilitas di Pantai Bandengan ini dari mulai Watersport, penyewaan pelampung, saung atau gazebo di dekat pantai, penyewaan tikar, penitipan barang dengan loker, penginapan dan hotel, parkiran motor dan mobil, rumah makan, kuliner, pusat oleh-oleh, sarana ibadah, toilet dan taman bermain yang cukup luas, hanya saja saya dari awal tidak berniat untuk bermain di pantai. Saya hanya ingin menikmati pemandangan yang indah di Pantai ini.

Taman Bermain
Rumah makan, tempat oleh-oleh dan tempat bilas

Padahal saya juga tertarik mengunjungi Pulau Panjang naik kapal yang bersandar di Pantai Bandengan, hanya saja karena hari itu sepi, hanya ada aku saja yang tertarik kesana. Jika ingin menyebrang ke Pulau Panjang harus menaiki Kapal Bahari yang harga perorangnya PP Rp20.000, dan satu kapal biasanya maksimal yang menaikinya 10. Jika saya hanya sendiri, hitungannya saya harus bayar Rp200.000. Huhuhu. Karena terlalu mahal kalau harus bayar Rp200.000 akhirnya aku mengurungkan niat untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Bandengan.

Karena jam sudah menunjukan pukul 11 siang. Aku langsung memesan Grab untuk kembali ke Hotel kemudian Check out. Karena Kencana Travel dari Jepara menuju Semarang akan berangkat pas pukul 12:00.

Sebelum hari Check out tiba, aku sudah merapikan semuanya. Jadi aku dari Pantai Bandengan ke hotel hanya mengambil tas kemudian pergi ke Kantor Kencana Travel dan tidak menunggu lama langsung berangkat karena waktu sudah menunjukan pukul 12:00. Satu mobil Elf ada 5 orang, perjalanan lumayan lancar hanya saja supirnya sedikit ugal-ugalan. Membuat perutku mual dan sedikit pusing, di perjalanan aku tidak bisa tidur.

Perjalanan dari Jepara – Semarang membutuhkan waktu 3 jam. Setelah sampai di Semarang, hujan mengguyur kota Semarang. Semarang ini memang beda, setiap hari tidak pernah absen dari turunnya hujan. Sedangkan Jepara selalu memancarkan sinarnya. Karena perut yang sangat lapar dan kondisi hujan yang kemudian sedikit reda, aku memutuskan untuk jalan kaki ke Richeese Factory, karena perut yang mual dan lidah yang sedikit banyak permintaan, ingin makan Richeese katanya.hehehe. Akhirnya aku berjalan kira-kira 850M. Tidak tahu kenapa aku ingin berjalan kaki, padahal aku memopong beban tas yang kira-kira beratnya 8KG dan pergi menggunakan payung.

Sesampainya di Richeese ternyata keadaannya sedang mati listrik, sangat disayangkan sekali, makan menjadi kurang nyaman ketika lampu tidak menyala. Tapi tetap habis ku santap karena sangat lapar. Hehehe.

Setelah perutku kenyang, aku melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki lagi sekitar 1,6KM ke Masjid Baiturrahman di Simpang Lima Semarang untuk menunaikan sholat Ashar. Masjid Baiturrahman ini menjadi pelengkap dari Simpang Lima Semarang karena berdekatan. Setelah sholat Ashar, aku beristirahat sejenak di dalam masjid, dengan suasana yang tenang dan sepi membuat hati menjadi tentram. Setelah beristirahat, saya melanjutkan perjalanan ke plang nama Simpang Lima Semarang, arti simpang lima sendiri adalah pertemuan dari lima jalan yang menyatu yaitu Jl. Pahlawan, Jl. Pandanaran, Jl. Ahmad Yani, Jl. Gajah Mada, Jl. A Dahlan. Disekitarnya ada hotel-hotel berbintang dan pusat perbelanjaan. Simpang lima ini dijadikan pusat Alun-alun Semarang. Lapangan Simpang Lima Semarang ini setiap hari Minggu diperuntukan hanya bagi pejalan kaki dan sepeda.

Masjid Baiturrahman
Plang Simpang Lima

Di seberang simpang lima semarang berderetlah macam-macam makanan kuliner, aku sempat mampir membeli pecal sayur, padahal aku baru saja makan Richeese. Hehehe memanjakan perut. Sambil memakan pecal sayur, aku memandangi plang Simpang Lima yang sudah hampir menyala lampunya dan beberapa kendaraan yang berlalu-lalang. Setelah selesei makan dan berfoto-foto ria.

Aku langsung memesan Go-Jek dan Check in hostel Capsule yang sama seperti hari pertama ku menginap di Semarang. Sebenernya aku sedikit tidak nyaman dengan Share Room karena sudah merasakan di hari pertama jalan-jalan, tapi karena sudah di pesan, akhirnya aku pasrah saja dan menikmatinya. Kemudian mandi dan bersiap-siap untuk perjalanan naik kereta esok hari ke Yogyakarta. Rencana besok kereta akan berangkat pukul 06:15 dan sampai di Yogyakarta pukul 14:00. Selamat berjumpa, Yogyakarta!

Sampai jumpa di postingan selanjutnya :)!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *