Gaya Hidup

Riuh Ombak di Pantai Kartini Jepara

Setelah kemarin wisata religi di Semarang, bisa baca ceritanya di artikel ini Wisata Religi di Semarang. Selanjutnya pada hari ketiga jalan-jalan, aku akan melanjutkan perjalanan ke daerah Jepara. Yup!

Awal mula aku ingin ke Jepara adalah karena ingin ke Karimun Jawa. Tapi kalau pergi kesana sendiri nggak asik dan kalau tanpa travel akan boros. Akhirnya aku mengurungkan niat pergi kesana. Tapi aku tetap tertarik ke Jepara, Jepara meskipun terkenal sekali dengan mebel nya, tapi ada juga lho yang terkenal, yaitu Kain Tenun Jepara di daerah Troso, Kabupaten Jepara. Aku tertarik banget untuk mengunjungi pengrajin kain tenun di jepara, selain ingin membeli produknya, juga ingin melihat proses pembuatannya.

Rencana hari ini aku akan ke Jepara menggunakan Bus umum Semarang-Jepara. Berangkat dari Semarang ke Terminal Terboyo sekitar pukul 07:30 WIB menggunakan Go-Jek perjalanan sekitar 7,5 KM dengan waktu tempuh 15 menit Rp15.000. Waktu saya mencari informasi di google, Terminal Terboyo ini sudah di tutup. Tapi banyak yang belum tahu kalau tetap masih ada bus yang mangkal di depan Terminal Terboyo.

Akhirnya aku sampai di Terminal Terboyo, baru saja aku turun dari Go-Jek pas banget ada bus yang langsung ingin berangkat. Aku naik bus itu kemudian menikmati perjalanan, Alhamdulillah aku dapet tempat duduk, kalau ndak bisa kacau. Karena aku bawa tas yang beratnya 8 KG. Beraaattt…kayak rindu (hehe)

Perjalanan hanya sekitar dua setengah jam. Aku melewati Demak dan Kudus. Aku sedikit ndak suka naik Bus Umum ini, karena suasana yang ramai dan sempit. Membuat perjalananku tidak nyaman. Yaiyalah kan harga ongkosnya saja Rp25.000. Maklum di Bekasi aku jarang menaiki Bus Umum. Awalnya aku ingin pesan di aplikasi Redbus, tapi setelah melihat review orang-orang yang membuat aku ragu, sudah beli tiket online tapi nggak terdaftar, ada juga yang mengeluh sudah ada di kantor tapi malah di tinggal sama busnya. Itu membuat ku sedikit ragu. Maka dari itu aku mencari yang pasti-pasti saja.hehe

Sesampainya di Terminal Terboyo, aku turun dari bus. Tapi ada kenek bus lain yang maksa-maksa aku untuk menyambung perjalanan naik Bus Bangsri, aku nggak mau dan gatau itu bus mau kemana, aku tinggal pergi aja. Untung saja aku nggak meng-iyakan, karena paksaan tadi.

Waktu menunjukkan pukul 10:40 WIB, aku masih bingung mau kemana, karena waktu Check In hotel pukul 14:00 WIB. Sedangkan rencanaku estimasi perjalanan Semarang-Jepara 5 jam (Ini kalau di travel). Aku pikir sama saja untuk waktu perjalanan menggunakan Bus Umum, ternyata berbeda.

Karena perut ku belum terisi nasi, akhirnya aku memutuskan untuk mengisi perut di KFC Jepara. Sekalian untuk mencharger handphone yang baterainya sudah sangat lemah. Perjalanan dari Terminal Bus Jepara – KFC Jepara hanya 3 menit. Lumayan dekat, tapi karena aku membawa tas aku memutuskan untuk tidak berjalan kaki, alias naik Grab. Ohiya teman-teman, buat yang ingin ke Jepara sendiri kaya saya, kalian jangan khawatir kalau mau kemana-mana nggak ada kendaraan. Kalian bisa kok menggunakan Ojek Online atau OJOL. Senang sekali di Jepara sudah ada Ojol ini, karena sangat memudahkan dan efesien. Sangat membantu untuk aku yang sangat singkat di Jepara supaya bisa menikmati Jepara secara keseluruhan. Jadi di Jepara hanya ada Grab, nggak ada Go-Jek teman-teman, jadi jangan lupa download aplikasi Grab dulu. Tapi nggak perlu khawatir nggak dapet driver, karena aku nggak pernah menunggu lama, selalu dapet. Bahkan di tempat yang memang terpencil. Meskipun jika aku lihat di jalan raya, hampir tidak ada driver yang lewat.

Aku di KFC sampai sekitar jam 2 siang sekalian menyicil artikel yang akan di posting, KFC di Jepara itu super beda lho guys dengan di Bekasi. Di Jepara KFC seperti rumah biasa saja, tidak berlantai dua, tapi tetap lumayan luas, dan plang nama KFC nya sangatlah kecil. Waktu aku sampai di KFC aku kaget, karena berbeda. KFC di Jepara juga nggak buka 24 Jam, hanya sampai pukul 22.00 WIB.

Setelah itu aku akan pergi check in ke Hotel Nusantara Jepara. Sebenernya aku memesan kamar untuk 2 orang, padahal aku hanya sendiri. Tapi setelah mencari informasi sana-sini, hanya ini saja yang murah dan OK untuk kebutuhanku, harga termurah Rp250.000 guys, sangat beda dengan di Semarang, sudah banyak semacem penginapan capsule yang lebih murah. Menekan budget. Akhirnya aku tetap ambil yang ini. Setelah masuk ke kamar, Wah beda banget sama yang di Semarang (yaiyalah). Disini elit banget. Sebenernya aku nggak suka juga kalau penginapan yang lumayan luas, karena aku hanya sendiri, seperti ga nyaman aja (alias takut).

Setelah berberes-beres di Hotel, rasanya hari ini sangat disayangkan jika tidak diisi dengan rekreasi. Sore hari aku akan mengunjungi Pantai Kartini yang sangat terkenal dengan wahana Kura-kura Raksasanya. Tapi sangat disayangkan, ketika sore itu saya kesana, wahana nya sudah tutup. Menurut informasi dari google, di dalam kura-kura raksasa itu ada akuarium besar yang membuat pengunjung merasa seperti ada di bawah tanah. Seperti Dunia Air Tawar yang ada di TMII, tapi akuariumnya lebih besar.

Setelah saya sampai di Pantai Kartini sangatlah sepi dan sedikit mendung, tidak ada orang selain aku. Aku hanya di temani suara gemuruh ombak yang riuh, membuatku semakin kesepian. Akhirnya aku berjalan menuju wahana kura-kura raksasa untuk mengabadikan momen, meskipun sudah tutup. Aku juga menikmati pantai yang membuat hati dan pikiran tenang sejenak. Duduk di pesisir pantai, dihadapkan perahu yang sedang tidak beroperasi, melihat kepiting yang keluar dari pasir, semua itu hal yang indah untuk dilakukan. Aku seperti tidak mau pulang.

Pantai kartini ini di pinggir-pinggirnya rumah penduduk, karena sebelum ada wisata Pantai Kartini rumah penduduk sudah lebih dulu disini. Maka dari itu menjadi satu dengan wisata ini. Kebanyakan juga rumah penduduk dijadikan homestay lho, karena aku tidak ingin jika menginap benar-benar di dekat pantai, makanya aku memilih di Hotel Nusantara Jepara ini. Berbeda dengan di Ancol, pantai nya di khususkan memang untuk wisata, ndak ada rumah penduduk. Di Pantai Kartini memang harus jalan kaki untuk menuju ke wahana kura-kura raksasanya atau ke pantainya, bisa juga naik Go-Jek untuk masuk ke dalam, tapi harus menambah ongkos.hehe. Di sebelah loket Pantai Kartini juga ada Pelabuhan Kartini, yang biasa untuk menuju ke KarJaw (Karimun Jawa).

Sudah sangat sore, aku harus pulang ke Hotel sebelum hari mulai gelap. Aku pulang juga dengan menggunakan Grab. Tidak jauh dari Hotelku, hanya 5 menit biayanya Rp5.000.

Sampai sini dulu ya Guys pengalamanku jalan-jalan di Jepara, besok akan ku lanjut lagi ceritanya. Selamat beraktivitas 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *