Gaya Hidup

BRT, Tugu Muda, dan Hotel Sleep & Sleep Semarang

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu Berada Diantara Awan. Setelah tiba di Bandara tujuan yaitu Jenderal Ahmad Yani Semarang, aku merencanakan untuk mencoba menaiki transportasi darat yang terkenal di semarang yaitu BRT Trans Semarang. Sebetulnya aku sempat bingung, apa bedanya BRT dengan Trans Semarang, karena di papan informasi maupun di shelter (halte khusus) itu antara tulisan BRT ( Bus Rapid Transit ) dan Trans Semarang ndak pernah di gabung padahal kalau saya cari tahu itu merupakan satu kesatuan. Karena penasaran bagaimana sistem pelayanan Trans Semarang ini, aku memutuskan untuk mencoba menaikinya.

Sebelum keluar dari Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, aku rencana ke toilet dan sholat dzuhur terlebih dahulu. Toilet dan mushola di bandara cukup luas dan nyaman. Di beberapa dinding menuju pintu keluar juga kerenn, penuh warna dan ceria sepertinya ini menggambarkan beberapa wisata yang ada di Kota Semarang.

Setelah selesei, aku langsung keluar bandara. Dan terdapat gedung shelter Trans Semarang dengan ciri penulisan huruf miring dan berwarna merah. Aku langsung menuju kesana dan membeli tiket BRT. Tarif yang harus di bayarkan yaitu, untuk umum Rp3.500 sedangkan Pelajar/Mahasiswa/Anak dibawah umur 6 tahun Rp1.000.

Kemudian menunggu sejenak sampai busnya tiba. Selama perjalanan, di dalam bus, duduk saja tidak terasa nyaman dan tenang apalagi berdiri. Supirnya yang mengendarai bus seenaknya dewek, memang motto BRT ini “Cepat” tapi apa ndak merasakan bagaimana jadi penumpang yang sudah berumur senja. Pertama kali naik BRT saja sudah kecewa, memang harganya murah. Tapi kalau di bandingkan dengan TransJakarta masih tetap tertib dan nyaman dengan harga yang murah, atau mungkin karena BRT ini tidak memiliki jalur khusus seperti layaknya TransJakarta. BRT juga memiliki rute yang terbagi menjadi beberapa koridor dengan jurusannya masing-masing, jadi buat teman-teman yang mau menaiki BRT sebaiknya memahami rute nya terlebih dahulu dan menyesuaikan tujuanmu, supaya perjalananmu lancar.

Transportasi umum di bandara juga ada taksi, yang harganya mulai dari Rp35.000. Tapi aku udah pernah naik taksi, jadi mau coba yang lain.

Akhirnya aku turun di shelter UDINUS (Universitas Dian Nuswantoro), dekat dengan Tugu Muda Semarang yang dikelilingi tempat-tempat wisata keren, seperti yang terkenal Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti. Aku ndak sempat ke Lawang Sewu, karena tempat tersebut pas ramai sekali, karena ada rombongan yang ingin berwisata, jadi aku mengurungkan niat. Karena berat juga backpack yang ku bawa ini kalau harus mengitari Lawang Sewu.

Aku sangat tertarik sekali saat melihat Tugu Muda di seberang jalan. Segeralah aku bergegas kesana. Tugu Muda Semarang ini sebuah monumen yang dibuat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang. Tugu Muda ini di kelilingi taman yang lumayan luas dan bunga-bunga yang berwarna-warni, yang menambah kecantikan si Tugu Muda ini.

Tak lupa untuk berfoto-foto ria di sekeliling Tugu Muda untuk keperluan Sosial Media. Karena jalan-jalan sendirian, aku sulit untuk bisa berfoto, sering kali selfie menggunakan fish eye, supaya pemandangannya terlihat jelas. Beberapa orang di sekitar selalu peka kalau diriku ingin foto, tapi ndak ada yang fotoin.heeehee. Akhirnya di tawari untuk di fotokan, dan aku mendapat dua teman kenalan disana, namanya mba Khodijah dan mas Uki. Saya sempat mikir mereka adik-kaka, eh salah..ternyata udah tunangan. wkwk.

Sebenernya setelah foto ingin cepat-cepat check in Hotel karena punggungku sudah mulai pegal menggendong backpack dengan berat 7 kg. Tapi.. aku tunda dan sedikit ngobrol sama mereka. Mereka ndak percaya kalau aku beneran sendirian ke kota Semarang tanpa ada saudara atau teman disini dan tujuannya hanya liburan.Heehe saya juga ndak percaya mas,mba. Mereka mengajakku untuk ke wisata kuliner Pujasera Ngaliyan setelah aku Check in Hotel, aku akan bertemu mereka lagi di Tugu Muda, aku sudah meng-iyakan. Tapi, rencana itu gagal.. karena hujan mengguyur Kota Semarang sore itu, memang pas aku turun dari BRT cuaca sangat mendung. Untung saja aku sudah ada di Hotel.

Kemudian aku Check-in di Hotel yang memang murah meriah, yaitu Sleep & Sleep Capsule Semarang yang harganya permalam di bawah Rp100.000. Hotel ini cukup keren dengan harga yang murah. Fasilitas yang di sediakan cukup lengkap, yang paling penting adalah loker, karena supaya barang kita aman terkendali saat kita tidak berada di penginapan. Loker adalah salah satu catatan penting, supaya jalan-jalan kita juga tenang tidak was-was. Untuk kamar mandi nya juga dilengkapi air hangat dan air dingin. Tempat tidur nya juga super mini, tapi kalau aku sendiri lebih suka seperti ini, karena kalau untuk sendirian kamarnya terlalu luas, perasaan gimana gitu. Heeehee. Kekurangannya karena satu ruangan ada 30 kamar, terkadang ada saja yang sudah malam, masih saja ngobrol. Karena bakalan kedengeran, lalu ruangannya juga baunya tidak sedap, kemudian untuk mushola disediakan, tapi tempat wudhu nya ndak ada..

Setelah Check-in aku langsung bersih-bersih, kemudian cari makan di sekitar Hotel. Hujan sudah mulai reda, tapi untungnya aku bawa payung (Sedia payung sebelum hujan), rencananya aku akan makan di Nasi Goreng Babat Pak Karmin, karena hanya itu saja yang dekat dari hotel sekitar 450 M. Saya sempat ragu untuk jalan kaki, karena suasananya sangat sepi, ndak ada yang jalan kaki selain saya, tapi saya tetap teruskan perjalanan. Sampai di lokasi, aku langsung memesan Nasi Goreng Ayam dan air mineral. Rasanya lumayan enak, porsinya juga banyak. Dan selalu rame pengunjung. Harganya lumayan mahal Nasi Goreng Ayam + Telur dadar di atasnya Rp20.000 dan air mineral Rp3.000. Sedangkan Nasi Goreng Komplit di rumah saya saja ndak sampe Rp20.000.Hihi

Setelah selesei makan, saya liat di Maps seberang jalan itu ada Kota Lama Semarang, tapi rasanya kok ya nggak rame. Sepi sekali. Ndak ada orang. Kecuali saya, dan tukang becak. Akhirnya saya puter arah, dan langsung menuju Hotel. Lalu, ketika sampai Hotel aku menulis artikel yang kemarin sudah ku publish Berada Diantara Awan

Sampai disini dulu artikel hari ini, Tunggu cerita selanjutnya yah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *