Gaya Hidup

Bapak & Mobil Angkut Barang

Belajar dari bapak. Mencari yang seperti bapak. Yang tak pernah melewatkan sholat subuh di mushola.

Bapak tetap yang luar biasa. Pun mamaku. Waktu bapak di PHK dulu tahun 2007 disalah satu perusahaan swasta, usiaku waktu itu 7 tahun. Aku masih SD. Waktu itu keadaan ekonomi keluarga sedang terpuruk. Sampai seisi rumah dijual, karena memang butuh. Untung saja rumah ini tak jadi di jual. Selamet. Sampai-sampai mamaku merelakan masa kepala duanya untuk menjadi buruh cuci. Dan nggak tanggung-tanggung di dua tempat. Gimana rasanya jadi mama waktu itu? Mungkin rasanya mau mengeluh, tapi nggak pernah ku lihat diwajahnya keluhan itu. Tapi aku ngerasain pasti capek banget.

Subuh-subuh mama kayuh sepeda ke rumah pertama, yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Semangat nya yang luar biasa saat itu. Setelah siang hari beliau pindah ke rumah yang kedua, tidak jauh dari lokasi rumah pertama. Setelah selesei di rumah kedua, mungkin mama belum merasa lega, karena akan ada pekerjaan lagi di rumah. Karena aku masih kecil, aku mungkin nggak bisa bantu maksimal saat itu.

Pagi hariku saat itu, mama sudah berangkat. Setiap pagi mama nggak lupa untuk kasih ongkos aku dan abangku sekolah yang ia selipkan di atas TV atau di atas galon air.

Karena dulu aku masuk sekolah siang hari, kadang mama pulang pukul 10-11 pagi bawa nasi uduk dari rumah pertama yang tuan rumahnya juga jual nasi uduk. Aku kadang berebutan sama abangku untuk menyantap nasi itu. Padahal nggak tahu mama sudah makan atau belum.

Kalau mama nggak bawa nasi uduk, menu favorite ku waktu itu adalah mie goreng sedap. Karena porsinya yang banyak, maka dari itu mie goreng sedap selalu yang menjadi pilihanku dan abangku.

Hari-hari itu terus ku lewati…

Sekarang mama selalu bilang “Kasian banget si febri, dulu, minta apa-apa ga pernah dikasih. Malah beli sendiri”

Febri nama panggilanku di rumah, SD, SMP.

Meskipun semuanya sudah berlalu, yang nggak pernah saya lupain adalah ketika saya kesekolah pakai sepatu yang sisi depannya kebuka seperti udah jebol, mangap gitu, padahal mama dan aku udah usaha supaya di lem, sudah beberapa kali di lem, tetap seperti itu, kalau kata teman-teman semasa itu seperti mulut buaya yang sedang mangap atau terbuka. Saya masih inget banget rasanya saat itu. Malu banget rasanya. Tapi mau bagaimana lagi? Nggak bisa apa-apa saat itu.

Cuma bisa menabung, atau nunggu mama punya uang lebih. Waktu itu tiba waktunya tabunganku sudah cukup untuk beli sepatu, aku ajak mama untuk beli sepatu, mama mengantarkanku ke toko sepatu. Sesudahnya beli sepatu, aku senang, tapi nggak lama setelah beli sepatu, ada peraturan kalau sepatu harus berwarna hitam. Sedangkan yang aku beli sepatu yang warna biru muda. Habis sudah aku saat itu di julitin sama teman ku semasa itu. Dan sering di adukan ke wali kelas kalau sepatuku nggak warna hitam. Coba gimana rasanya?

Jalan keluar satu-satunya adalah, terpaksa saya spidol hitam saja sepatunya. Tapi warna nya menjadi jelek. Nggak enak dilihat. Terpaksalah aku pakai. Mau gimana lagi? Mau beli lagi? Duit nya aja boleh nabung.

Dalam waktu bersamaan juga, bapak kerja sebagai supir angkot. Pengalaman bapak hutang angkot untuk usaha, akhirnya nggak kuat bayar di tarik mobilnya. Tapi keberanian mengambil keputusan waktu itu patut di ancungi jempol. Nggak berlangsung lama, bapak hutang mobil bak. Untuk usaha angkut barang. Sempat di tarik lagi, tapi bapak nggak kapok-kapok. Bapak hutang mobil bak lagi, dan akhirnya sampai lunas. Sampai sekarang mobilnya masih beraktifitas.

Sudah kurang lebih 15 tahun bapak usaha mobil bak, sampai sekarang. Bapak sekarang umur 52 tahun. Tapi masih kuat mengendarai mobil dalam kota atau luar kota. Bapak juga masih sering mengambil tawaran di malam hari. So udah berpengalaman banget bapaku ini guys.

Mungkin memang untuk sampai di titik ini, butuh lika-liku yang amat mengerikan. Semua yang dirasakan kedua orang tuaku menjadi pelajaran untukku. Dan untuk melewati segala lika-liku itu butuh keberanian, keputusan yang berat, dan beberapa resiko yang harus di dapat.

Jadi buat teman-teman yang bingung mau antar barang pakai apa? Pakai Becak? Nggak mungkin dong kalau barangnya banyak, akhirnya jadi nggak efesien. Mending langsung kontak saya aja pakai mobil bak. Harga bisa di bicarakan kok 😉

SIAP MELAYANI

  1. Jasa antar kirim barang 
  2. Jasa pindahan dalam kota dan luar kota 
  3. Jasa angkut sayuran 
  4. Jasa sewa mobil pribadi + sopir 

TIDAK MELAYANI

  1. Jasa angkut puing 
  2. Jasa sewa mobil pribadi tanpa sopir 

Untuk harga bisa di bicarakan. Kami mengutamakan keamanan, keselamatan, dan pelayanan tepat waktu. Happy weekend semua

☺️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *