Gaya Hidup

Hari Yang Berbeda

Kemarin hari senin, 11 Februari 2019. Nggak tahu kenapa di hati ada berasa yang ngeganjel dari hari Minggu. Nggak tahu apa yang membuat hati ini ngeganjel. Saya memikirkan terus, apakah ada hal yang saya lupa lakukan, semisal apakah persiapan training sudah OK semua atau belum. Saya bolak balik memikirkan itu dan beberapa kali meyakinkan diri kalau semua persiapan training sudah OK.

Tiba di hari senin, saya sengaja datang lebih pagi dari biasanya. Karena memang mau mengecek persiapan training. Hari itu saya di antar bapak, jarang-jarang sekali saya di antar bapak. Karena sore harinya saya di ajak ikut meeting di Lippo Cikarang. Ini sudah ketiga kalinya saya kunjungan keluar. Jalan-jalan keluar, untuk urusan kantor. Jalan-jalan gratis. Maka dari itu saya nggak mengendarai motor ke kantor. Karena kalau dibayangkan akan pulang malam.

Pagi itu juga, persiapan training sudah OK semua. Hanya saja ada beberapa hal yang harus saya perbaiki lagi, atasan saya menegur saya agar snack untuk peserta di persiapkan dengan sangat baik dan beberapa hal lain yaitu pembelian buah untuk peserta training yang masih jauh dari kata bagus dan harus diperbaiki lagi.

Mungkin hal itu yang membuat hari kemarin terasa sangat mengganjal.

Beberapa saat setelah briefing pagi, saya dipanggil oleh rekan saya Raihan. Katanya saya di panggil Pak Boss. Saya bingung, apakah ada hal yang saya lakukan salah. Saya masih bertanya-tanya. Akhirnya saya menghadap ke Pak Boss. Kemudian tidak seperti biasanya. Biasanya kalau memang mau menegur sesuatu hal yang sudah saya lakukan pasti langsung to-the-point ditempat itu juga. Saya menunggu beberapa menit setelah Pak boss bilang “sebentar ya Alifa”. Saya menunggu, dan tiba-tiba Pak boss beranjak ke Gazebo Excellent dan mengajak saya berbicara disana. Ternyata saya ditawarkan untuk pembelian Macbook Air. Saya diam saja. Saya bingung. Nggak bisa mikir. Dan tersontak menjawab “Iya”, untuk pembayarannya bisa di angsur.

Tidak lama beberapa menit, saya langsung diberikan informasi dari si Boss untuk langsung pesan Macbook Air. Saya terkejut lagi, dalam hitungan jam saya langsung bisa memiliki si Macbook Air ini. Saya pun belum membayangkan sebelumnya. Ini sangat terlalu cepat. Sampai-sampai saya belum menikmati rasanya membayangkan memilikinya. haha.

Meskipun belum seutuhnya memiliki, karena masih nyicil:D

Sayang sekali, waktu hari pembelian itu sore harinya saya akan pergi untuk ikut meeting. Padahal mau unboxing di rumah. Unboxingnya bareng Ibu. Haha. Tapi ternyata hari itu saya belum menyentuh si Macbook Air. Macbook Airnya di titipkan di laci kantor, kebetulan saya minta tolong ke Senior dikantor yaitu mbak Rahmi untuk menerima paket tersebut ketika sudah sampai.

Benar ternyata hari itu saya baru sampai rumah pukul 22.30. Kedua orang tua saya masih menunggu di luar. Padahal saya sudah mengabari bapak kalau saya sedang dijalan menuju rumah. Badan sudah terasa lelah ditambah kenyang pula, dari Lippo Cikarang sampai ke SMB naik GrabCar karena bareng-bareng dengan seniorku dikantor yang mengajak meeting, kemudian dari SMB ke rumah disambung menggunakan Go-ride, sialnya sudah malam pula, ngantuk pula, si Go-ride nya mengendarai motor CBR. Macam mana nih, mau di batalkan order, tapi kasihan. Akhirnya terpaksa lah naik CBR itu. Untung saja yang mengendarai motor tahu aturan lalu lintas, dan mungkin membaca pikiran saya, kalau saya bingung mau pegangan apa? makanya dia mengendarainya enak. Nggak ugal-ugalan dan Nggak seenaknya dewek.

Keesokan harinya, saya belum sempat untuk menjajal si Macbook Air karena masih ada urusan training yang harus segera di seleseikan. Akhirnya pagi itu saya tunda dulu unboxingnya. Sampai dengan sore harinya, saya mencoba menjajal si Macbook Airnya untuk diinstall aplikasi yang sesuai kebutuhan saya dan memindahkan data dari komputer lama ke Macbook Air yang baru.

Keesokan harinya saya merapikan kembali komputer yang sudah sekian lama menemani saya. Baru beberapa hari pakai ni Macbook untuk aktivitas bekerja, beberapa kemudahan ditemukan. Anti lemot-lemot club cuy.

Masih belum membayangkan hari-hari kedepannya akan ditemani si Macbook Air ini. Semoga Allah kasih keberkahan atas semuanya…

1 thought on “Hari Yang Berbeda”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *