Gaya Hidup

Sekarang: Membelikan Bukan Di Belikan

Dulu, dan sekarang.

Dari dulu, aku minta sesuatu sama ibuku. Jarang untuk langsung di turuti. Mungkin ada lain hal. Karena ekonomi mungkin. Dari kecil aku ingin sekali, punya mainan masak-masakan dari alumunium. Setiap ada kondangan atau hajatan, pasti ada yang jualan mainan itu dan sepaket barbie.

Tapi ibuku nggak pernah mau beliin itu. Padahal aku sudah nangis paling kenceng. Paling nyebelin. Nangis nggak berhenti-henti. Sudah seperti itu saja masih nggak di beliin juga.

Sampai akhirnya sudah melewati itu, aku beranjak SD. Dulu waktu SD, aku ingin sekali punya boneka “Dora“, Iya, yang animasi nyebelin itu. Akhirnya aku kesampaian juga beli itu, tapi dengan uangku sendiri. Nabung, uang yang didapat lebaran untuk beli boneka itu.

Sampai dewasa pun seperti itu, kalau aku butuh atau ingin apa-apa. Dulu mungkin kedua orang tuaku sempat berada di titik krisis ekonomi. Jadi nggak bisa beliin aku apa yang menjadi kebutuhanku. Tapi sudah dewasa, aku jadi belajar. Belajar untuk berusaha nggak minta sama orang tuaku. Kalau di kasih ongkos. Nabung. Kalau butuh apa-apa, ya pakai uang itu. Diam-diam aku jadi terdidik, kalau menginginkan sesuatu harus diperjuangkan dan nabung. Ibuku bukan pelit. Mana ada sih ibu yang pelit sama anak-anaknya. Bahkan kalau perlu jiwa raganya pun dikorbankan oleh ibu.

Ibuku kalau punya uang, pasti nggak segan-segan beliin kebutuhanku. Tapi aku jarang meminta sesuatu, jadi jarang di belikan. Paling kalau butuh sesuatu, ya pakai uang sendiri.

Sekarang, semua sudah terbalik. Alhamdulillah tahun ini aku sudah bekerja, bisa membelikan Ibuku baju. Sekarang bukan dibelikan lagi tapi membelikan. hehe.

Rasanya bukan main, seneng.

seneng.

seneng.

Alhamdulillah. Semoga berkah, Aamiin yaRabbal’alamin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *