Gaya Hidup Wisata

Harapan Hanya Butuh Waktu Yang Tepat Untuk Terjadi

Hari senin aku diajak menemani seniorku di kantor, untuk kunjungan ke kantor klien hari Selasa. Perihal Renewal maintenance. Tujuan kesana adalah meeting. Hah meeting??

Sebelumnya ini yang kedua kalinya saya ikut kunjungan ke klien. Yang sebelumnya bisa di baca disini. Nah, untuk yang ini saya hanya disuruh menemani. Sepertinya tidak ada kaitannya dengan divisi training. Tapi Alhamdulillah jadi bisa jalan-jalan.

Setelah di japri lewat telegram kalau saya disuruh menemani kunjungan ke klien, saya langsung menanyakan apa saja berkas yang di bawa yang bisa saya siapkan dan kebutuhan OPS(Uang Operasional) ketika nanti kunjungan.

Cerita ini saya tulis di rumah, sebelum berangkat menuju stasiun. Rencana saya akan berangkat dari rumah ke Stasiun Bekasi. Kemudian naik KRL, bertemu Pak Fajar, seniorku itu, di Stasiun Gondangdia.

Kenapa nggak bareng? karena beliau dari rumah langsung ke Stasiun Cakung.

Nah, udah pukul 06:29 gengs.

Saya mau siap-siap dulu kemudian langsung berangkat..

Sebelum pukul 08:00 aku sudah di Stasiun Bekasi, supaya bisa absen dari sini. Kemudian KRL tiba di Stasiun Bekasi pukul 07:48. Aku menunggu di area gerbong khusus perempuan, supaya lebih aman dan nyaman. Meskipun nggak ada jaminan untuk aman juga. Tapi lebih nyaman aja, nggak risih karena nggak duduk bareng lawan jenis.

Adanya gerbong khusus wanita ini bagus banget, karena memang wanita selalu di spesialkan haha. Kalo gerbong khusus wanita di banyakin juga nggak nolak deh.

Buat yang belum tahu, gerbong wanita ada di depan dan belakang rangkaian kereta. Tapi terbatas. Ketolong banget sih adanya ini, buat yang sering atau udah pernah naik KRL, pasti tahu bagaimana padet nya KRL kalau pagi dan menjelang pulang kerja. Huah. Orang-orang pada egois aja rasanya. Nah, kalaupun padet kan kalau di gerbong wanita nggak terlalu was-was kalau berdempetan.

Alhamdulillah dapet tempat duduk, jadi bisa sambil stanby pekerjaan. Meskipun ribet juga. Saking fokus nya sama telegram karena banyak yang nanya soal ini, anu, itu, ditambah ada pekerjaanku yang belum selesei. Di tambah belum minum air putih, jadi nggak fokus. Ada telegram masuk dari seniorku,

“gw udah sampai di Stasiun Cikini nih” ujar seniorku

“gw tunggu di peron paling ujung ya” tambahnya

“Aku masih di manggarai mas, tunggu yaa” jawabku

————–Sebentar lagi Anda akan tiba di Stasiun Cikini———– Suara Krl—-

Tiba-tiba…

Aku turun di Stasiun Cikini…

“Mas dimana? kok di peron nggak ada ya? Atau sudah turun kebawah tangga?” tanyaku via telegram sambil mengirim gambar plang tulisan “CIKINI”

“Lah lu turun di cikini? kan janjiannya di Stasiun Gondangdia.” Jawab seniorku

“Lah iya ya-____- pantesan nggak nemu masnya di peron” balasku

Gara-gara nggak fokus nih, baru kali ini begini. Untung seniorku selaw, woles dan waktu masih lama.

Untung aku belum keluar dari Stasiun Cikini, belum tap kartu, jadi nggak mengeluarkan ongkos lagi, akhirnya nunggu KRL selanjutnya. Nggak lama juga sih nunggunya. Ketemu deh sama seniorku di Stasiun Gondangdia.

Seniorku bilang, kita langsung nih? masih lama tapi, kan janjiannya pukul 10:00, sekarang baru pukul 09:00.

Allah denger, Allah jawab.

Meskipun masih lama, kita tetap langsung pesan Grab Car. Takut ada hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah driver grab menjemput kita, kemudian kita masuk ke mobil. Driver baru sadar, kalau tujuan kami ke Thamrin. Sedangkan di Thamrin itu ada ganjil-genap. Kebetulan hari itu sedang genap dan mobil si driver ganjil. Waduh. Driver kurang check nih. Padahal plat di aplikasi genap lhoo. Akhirnya kesepakatan driver dan kita untuk order yang lain.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya di jemput dengan grab car lagi dengan orang berbeda tentunya. Kali ini fasilitas di dalam mobilnya bagus sih, ada musiknya supaya enjoy, wangi, drivernya juga rapi penampilannya, mengendarai mobilnya juga bagus, nggak ugal-ugalan. Top deh. Alhamdulillah nggak telat. Hehe.

Waktu kita bilang “masih lama waktunya” Allah langsung jawab dengan cepat.

Allah benar-benar ngasih teguran, kalau nggak boleh menggampangkan sesuatu.

Lanjut lagi nih guys, sekarang kesampean juga harapan diriku ke ruang training si klien. Karena kunjungan sebelumnya aku gagal ke ruang training si klien.

Happy banget sih ini. Waktu sampai disana, barang bawaan kita di periksa. Pakai mesin khusus, keamanannya bagus banget. Yaiyalah itukan gedung besar. Pemerintahan pula. Keamanannya harus pake banget bagus.

Aku clingak-clinguk aja dari tadi, mau nyontek fasilitas disana. Hehe. Sampai disana, kita di arahkan ke ruangan training. Woaaaah. Setelah kita masuk, kita ditinggal sama si klien karena beliau mau mengambil berkas. Yasudah, aku foto-foto saja tempat trainingnya. Soalnya bagus. Simple. Tapi elegant. Meja nya mulus seperti dari kayu gitu warna nya coklat tua. lalu kursinya juga empuk mirip seperti di markas. Di tembok sebelah kanan di beri photo presiden, garuda pancasila, wakil presiden. Seperti di ruang kelas sekolah. Mungkin karena klien ini pemerintahan. Ada banner juga di sisi kanan layar proyektor. Banner yang berkaitan dengan presiden. Boleh juga nih, waktu training berlangsung sebelah proyektor di pajang banner layanan Excellent. Hehe.

Melihat seniorku ngobrol-ngobrol dengan klien. Aku cuma menonton. Memperhatikan. Seru juga lihatnya. Aku seperti tak di anggap?. Yaiyala aku kan cuma nemenin aja hehe. Seniorku ini patut di tiru sih, setiap pekerjaan yang dilakukan kayaknya selalu rapi. Apik. Bagus. Nice. Perlu di tiru nih yang kaya gini.

Hanya sebentar, ini membicarakan terkait sales. Tapi aneh ya, kenapa tamu nggak di sediain minum? Bukan mengharap minum sih. Aku dan Mas Fajar juga sudah beli minum kok. Hanya saja, pahalanya kan berkali-kali lipat kalau menghidangkan tamu. Ntahlah.

Baru pukul 11:00 sudah pulang. Sampai di Markas alias kantor sebelum dzuhur.

Alhamdulillah dapet pengalaman. Meskipun baru dua kali. Semoga ada kesempatan lagi.

Aamiin yaRabbal’alamin….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *