Gaya Hidup

Berusaha Sebaik Mungkin

Sudah memasuki dua pekan di bulan Desember di PT Excellent Infotama Kreasindo kedatangan siswa PKL baru.
Siswa PKL jurusan Teknik Komputer Jaringan dari SMKN 1 Kota Bekasi, almamater tercinta. Siswa PKL periode ini hanya satu siswa, biasanya 2-3 siswa/siswi.

Untuk sekarang, Excellent hanya menerima satu saja.
Banyak yang dari awal sudah menghubungi Excellent untuk mendaftar PKL, tapi setelah ujian berlangsung hanya satu yang datang. Entah mungkin mental mereka langsung loyo sebelum berperang. Kalau di kamusku nggak ada yang namanya mundur sebelum perang hehe.

Satu pekan siswa PKL beradaptasi dengan lingkungan markas Excellent,
Zaman saya mah, satu pekan sudah langsung dikasih tau rutinitas pekerjaan yang akan saya kerjakan.

Kemudian, pekan ke dua. Saya kebagian yang mengajarkan rutinitas pekerjaan yang akan dia kerjakan nanti selama PKL.

Rutinitas disana apa aja?
Sebelumnya saya sudah sharing pengalaman PKL saya di blog pertama saya. Mau tau? yuk baca. Untuk hari pertama pkl bisa baca  disini.

Hari ini dan kemarin, saya mengajarkan membungkus paket pesanan buku.

Awalnya saya uji dulu,
dia kepikiran apa setelah melihat bahan-bahan yang ada di meja ( saya siapkan bahan dan buku yang akan di bungkus ).
Karena, kalau orang yang terampil pasti kelihatan ide-nya setelah memahami tugas dan bahan yang ada.

Tapi, siswa ini berbeda. Saya tanyakan,

“Kamu pernah beli barang online nggak?”

dia jawab “nggak”

Kesimpulannya saya mengaggapnya dia belum tau apa-apa. Jadi saya harus menjelaskan bagaimana mekanisme online shop.

Awal pertama kali saya ngajarin dia, saya praktekan bagaimana membungkus buku kemudian dia memperhatikan.

Memang, kalau cuma memperhatikan pasti akan lupa.

Akhirnya saya praktekan, kemudian di lanjutkan dia yang mempraktekan membungkus buku.

Hari pertama, lancar. Karena masih dengan bimbingan,
Hari kedua, dia lupa tahapan membungkusnya. Hampir saja buku yang belum di lapisi amplop mau di solasi coklat:D sedikit menghibur. Mungkin dia gerogi, diliatin tiga perempuan. Mungkin dia juga takut salah, karena statusnya masih siswa PKL baru. Baru dua pekan. Masih takut, takut takut salah. Dan beberapa hari ini saya lihat hasil akhirnya lumayan bagus. Kalau masih takut salah, jangan takut untuk mencoba. 

Gagal sekali: coba lagi

Gagal lagi: coba lagi 

Kalau kata Jack Ma: 

“Buatlah kesalahan sebanyak mungkin. Jangan ragu-ragu untuk mencoba hal yang baru” 

Saya juga merasakan, dulu.
Bedanya dulu lebih PD karena kalau salah masih ada yang ngingetin, yang ngingetin temen sendiri. Temen PKL. Karena kalau sama temen sendiri lebih enjoy, mau nanya terus juga enjoy. 

Kalau kalian baca pengalaman saya saat PKL, rasa takut dan gerogi pasti langsung terselesaikan. Yuk baca disini Pengalaman Prakerin.  Karena apa yang kamu takutin, sebenernya nggak akan terjadi kok kalau kamu ngerjainnya benar-benar dengan baik. Tenang aja, hari pertama salah maklum,
hari kedua juga masih dimaklumi,
tapi kalau kamu sudah biasa melakukan itu kemudian salah, HMMMMM nggak bisa maklum.

“Malu cukup sekali, tidak tahu cukup sekali” -Pak boss

Dari sini saya juga belajar,
Kalau orang itu berbeda-beda.
Ada yang ketika di ajarkan dan diberi tahu tujuannya langsung paham dan nangkep makna nya.
Ada yang nggak bisa auto paham gitu, harus dibilangin berkali-kali dan diingetin berkali-kali dulu. Kecepatan pemahaman orang berbeda-beda. 

Ada yang punya tangan yang terampil, ada yang sama sekali kaku.
Semua kuncinya adalah terbiasa.
Terbiasa terampil untuk diri sendiri, lalu kesehari-hariannya akan mengikuti. Dari dulu, saya kalau bisa melakukan hal sebaik mungkin saya akan kejar.
Kalaupun hasil tidak sesuai harapan,
pada akhirnya saya tidak akan pernah menyesal, karena sudah mencoba.
Dari pada saya harus menyesali karena tidak mencobanya. Karena tugas kita hanya merencanakan, dan Allah yang menentukan. Contohnya:

Dulu waktu SMK, kalau di kelas catatan saya selalu menjadi rebutan.
Karena buku catatan saya paling lengkap.

Ketika buku catatan disuruh dikumpulkan dan diambil penilaiannya, teman-teman saya panik, sedangkan saya? Bisa mengerjakan tugas yang lain. Karena catatan saya sudah lengkap.

Habislah buku saya sampulnya lepas akibat di tarik sana sini huuh.

Yang lain main game, saya ngapain? Nyatet.

Lumayan, kalau catatan saja dapat nilai A+. Takkan ku sia-siakan. Cuma modal waktu sama nulis doang dapet A+. Luar biasaa

Mungkin sebagian orang mengira, “ah gapenting”

Tapi, kalau bisa diusahakan kenapa enggak?

Nggak ada yang sia-sia kalau sudah usaha. Mungkin efeknya bukan sekarang, mungkin nanti. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *