Gaya Hidup

Menasehati Harus dengan Ilmu

sumber: disini 
Hari sabtu kemarin saya menemani ibu saya berobat. Beberapa kali ibu saya meminta saya untuk menemaninya berobat, tapi ibu saya memintanya seperti tidak serius, jadi atau tidaknya. Salah saya juga mungkin, karena ngga menannyakan kembali tentang ajakannya berobat. Ibu saya selalu dirasa-rasa saja sakitnya. Jarang mau kalau di ajak berobat, ntah kemarin beliau mengajak saya. Mungkin karena memang sudah tidak kuat lagi merasakan apa yang dirasakan. Ibu saya selalu mengeluh kalau badannya selalu terasa capek, pendengaran yang terganggu, vertigo, dan tensi darah naik. 

Memang beberapa tahun lalu ibu saya pernah di opname di rumah sakit. Karena sakit vertigo. Waktu itu saya masih SD kayaknya. Dan sekarang ibu saya sudah nggak pernah kontrol lagi tentang penyakitnya. 

Waktu itu ibu saya periksa di poswindu daerah rumah, cek tensi darah, dan diberi obat darah tinggi. Setiap hari dia minum obat itu, tapi kakak saya dan orang-orang sekitar memberikan nasihat seperti ini: 

Mah, jangan kebanyakan minum obat. Karena nggak baik.

Dan tanpa ilmu juga saya meng-iyakan omongan kakak saya itu. Omongannya tidak salah, tapi tidak pada tempatnya. 

Benar, kalau kebanyakan minum obat, nggak baik. Tapi itu dalam penempatan kalau penyakit ringan. 

Karena, ada dua jenis penyakit yang mendera manusia, yaitu penyakit berat dan penyakit ringan. Penyakit berat tentu membutuhkan pengobatan dan perawatan medis lebih intensif. Sementara itu, penyakit ringan (seperti sakit kepala, flu, batuk, atau demam) bisa disembuhkan tanpa obat. Anda hanya perlu istirahat dan memenuhi asupan gizi. edukasi.kompas.com 


Kemudian, ibu saya menannyakan hal itu juga ke dokter, setelah di periksa tensi ibu saya naik. Tinggi sekali. Saya lupa jumlah tensinya. Pokoknya dokter yang memeriksa ibu saya baik dan tegas sekali. 

Beginilah kira-kira percakapan ibu saya dan dokter: 

Suster: “Tensinya …. sekian dok” 
Dokter: “Tensi darah ibu tinggi, ibu biasa minum obat apa?”
Ibu saya: “Amlodipine dok” 
Dokter: “Ibu harus rutin minum obat itu, itukan luamayan murah kalau stok dirumah habis bisa langsung di beli di apotik” 
Ibu saya: “Iya dok, itu memangnya boleh ya diminum setiap hari? kata anak saya tidak boleh mengkonsumsi obat terlalu banyak.” 
Dokter: “Kalau tidak ibu minum, akibatnya seperti ini. Tensi darah ibu naik. Obat itu fungsinya untuk mengontrol tensi darah ibu supaya stabil. Untuk mencegah naik.” 
Ibu saya: “Oh, seperti itu dok” 

Jadi yang dapat saya simpulkan, 
Menasehati harus dengan ilmu. Tidak hanya dengan mendengarkan kata orang lain. 

Mungkin, kakak saya dapat info itu dari orang lain. Yang tidak di telusuri lebih lanjut. Kenapa minum obat terlalu sering nggak baik? Akibatnya jadi salah kaprah, salah penempatan. 

Semoga ibu saya cepat sehat, 
setelah minum obat dari dokter, ibu saya bilang badannya enak. Alhamdulillah. 






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *