Gaya Hidup

Bertambah Satu Tahun Indonesia Merdeka

Lomba mewarnai anak-anak
17 Agustus 2018. Hari spesial untuk negara Indonesia. Hari yang paling bersejarah. Hari yang patut dikenang. Hari pada saat proklamasi di bacakan. Hari mengenang peristiwa. Terjadinya bentrokan antara kaum muda dan kaum tua dalam pelaksanaan kemerdekaan. Desakan kaum muda untuk Presiden Soekarno-Hatta pada hari itu. Kaum muda menculik Soekarno-Hatta ke rengasdengklok dan mendesak untuk segera membacakan naskah teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik, ditandatangani oleh Soekarno-Hatta. Dan Akhirnya Indonesia Merdeka!!!
Bagaimana Indonesia 5 tahun kedepan? 10 tahun? 20 tahun kedepan? 2045 mau jadi apa?
Semua ada di tangan kita. Cita-cita harus di raih. Kesejahteraan harus di gapai. Gotong royong di semarakan, persatuan harus terus diupayakan.
Salah satu bentuk merayakan HUT RI yang ke 73 tahun. Warga kampung simbang menggelar acara ‘lomba 17 agustus’ berikut rincian acara yang diselenggarakan:

Syukuran 

Pada tanggal 16 Agustus 2018. Malam hari. Diselenggaranakn acara syukuran untuk HUT RI yang ke 73 tahun. Ibu-ibu Rt.004 berpartisipasi dengan mengikuti lomba nasi tumpeng, panitia memberikan  modal berupa uang untuk memasak nasi tumpeng, jadi para ibu hanya menyumbangkan tenaganya dan berpeluang menjadi pemenang lomba nasi tumpeng. Acara syukuran berjalan dengan lancar yang dihadiri oleh para bapak, ibu, dan anak-anak. Yang tentunya semua menunggu waktu makan bersama tiba. Makan gratis coy, kapan lagi. Artinya, iuran yang warga berikan, kembali kepada warga itu sendiri. Tapi, warga sebagian merasa malu kalau untuk makan bersama. Kalau ibu saya bilang sih “wong kita ndak ikut masak-masak masa makan. yang masak aja pada nggak makan tho.” Sebenernya menurutku, ndak ada salahnya, toh kita kan bayar iuran, kenapa merasa malu? wong seru tho makan rame-rame. yang sudah masak-masak kan karna dia sudah mencicipi makananya duluan, makanya ndak ikut makan rame-rame lagi.

Upacara 17 Agustus’45

Upacara 17 Agustus’45 baru tahun ini diadakan di kampung tempat tinggal saya. Tahun kemarin pun belum ada. Upacara diadakan di lapangan belakang. Anggota karang taruna yang menjadi petugas upacara.  Alhamdulillah warga dan anggota karang taruna semangat dalam berpartisipasi. Sehingga upacara berjalan dengan lancar.

Siswa-siswi dari MI pun ikut menyemarakan HUT RI yang ke 73 tahun. Ia melewati kampung tempat tinggal saya, pas waktu upacara berlangsung. Kebetulan saya nanya sama pak Zaenal Abidin yang di foto pakai baju hijau. Beliau guru SD saya dulu. Guru kelas 4 SD. Di SDN Kaliabang tengah 4. Tapi, pas beliau bilang siswa-siswi itu dari MI mungkin beliau juga ngajar disana. Zaman saya dulu sih belum ada yang seperti ini. Paling dulu pernah lomba di sekolahan aja. 

Lomba 17 Agustus’45 

Lomba 17 Agustus’45 ini selalu di adakan dari tahun ke tahun. Selain untuk memeriahkan HUT RI, sekaligus memberikan kebahagiaan untuk anak-anak, menjadikan warga dilingkungan kampung simbang lebih harmonis, saling bertemu dan saling sapa. 
Jadi, pada gambar di atas. Anak-anak berlomba mengambil bendera dimasukkan ke dalam botol. 

Sepeda Hias 17 Agustus’45

Sepeda hias 17 Agustus’45 ini peserta yang mengikuti kebanyakan dari anak-anak. Tapi, tak seramai tahun lalu. Tahun lalu ramai sekali, sampai jalan cukup macet. Sepeda hias saat ini kurang meriah. Pas saya telusuri, bertanya sama yang juara 1 sepeda hias tahun kemarin. Kata beliau, tidak seimbang antara hadiah yang di dapat dengan modal yang ia keluarkan untuk menghias sepedanya. Karena memang tahun lalu, sepeda hias beliau cukup wah, sepeda hias berupa pesawat. Memang besar, dan wah. Pantas tahun lalu ia memenangkannya. Dia buat pola pesawat dari bambu, kemudian dia hias menggunakan kertas yang berwarna. Sayangnya, nggak ada fotonya. Jadi saya nggak bisa tampilin disini. Kemarin pas saya tanya kenapa nggak ikut lagi, dia bilang cukup kecewa, karena hadiahnya botol minum yang murah itu. Bukan tupperware. Bukan masalah murahnya. Bukan. Tapi, nggak bisa dipakai. Karena botolnya bau. Bau apa tuh kalo baru. Ya git deh. Mungkin di sebagian orangtua ga mengharapkan hadiahnya, yang penting anaknya seneng. Tapi, untuk sebagian lagi yang sudah memaksakan uang makan keluarganya buat modal sepeda hias pasti keberatan. Karena, beliau salah satunya yang seperti itu. 
Penutup

Selamat merayakan HUT RI yang ke 73 tahun. Meskipun saya posting ini telat. Gapapa, semoga bisa dikenang di tahun-tahun yang akan datang. Masih bulan Agustus kok. Jadi bisa ngeles kalo belum basi:D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *