Sistem Operasi Jaringan Tutorial

KONFIGURASI BACKUP DAN RESTORE

Haiiiiiiiiiiii vrohhh ketemu lagi nih sama alifaaaa, masih di blog yang sama dan masih aku yang sama. hmmm saya bakal memposting materi backup dan restore. simak baik baik yaaa…


Alat dan bahan :
  1. Virtual Box versi 4.3.20
  2. Iso Windows server 2012 
  3. Koneksi Internet 

Materi :

sebuah sistem yang besar dan krusial harus selalu diatur setiap waktunya. bukan hanya di atur untuk selalu mendapatkan data yang baru, tapi juga diatur supaya data yang lama tetap terjaga dengan aman. salah satu caranya adalah dengan melakukan backup dan recovery.

Backup berarti kita kita membuat cadangan dari data yang sudah ada untuk disimpan dalam bentuk yang lain atau sama. 

Recovery berarti merubah bentuk dari cadangan untuk dikembalikan menjadi data yang semula sudah ada. 



banyak data yang sudah di backup, lalu apabila dibutuhkan lagi akan dilakukan recovery sehingga data-data tersebut kembali seperti semula kepada sistem. data-data tersebut biasanya di klasifikasikan sehingga yang paling baik adalah klasifikasi berdasarkan konten. jadi kita bisa pisahkan data-data di sistem menjadi klasifikasi seperti berikut :


pada gambar di atas menjelaskan tentang mengklasifikasikan data sistem menjadi dua kelompok, yaitu primer dan sekunder. Data primer ini sangat penting dan sistem bergantung kepadanya. semua inti dari sistem, baik saat masih baru atau beserta update, serta konfigurasi tambahan yang diperlukan. Data database mulai dari skema dari database, dan isinya. lalu disertai dengan data aplikasi beserta konfigurasi dan datanya. 

Menyusul data sekunder yang berisi data pengguna yang tidai berdampak langsung kepada sistem, tapi berdampak kepada pengguna.

pembagian file backup pun juga dibagi berdasarkan klasifikasi ini, jadi kita bisa memilih file yang mau kita backup, lalu biarkan satu file backup itu hanya berisi data system, jangan dicampuri dengan backup lainnya. 

Langkah-langkah Konfigurasi Backup dan Recovery :

klik add role features :


pilih installasi type dengan role-base :


Seleksi IP server yang akan digunakan :

Pada server role lewatkan saja selanjutnya pada features pilih windows server backup :


langkah selanjutnya confirmasi proses instalasi adalah :


Proses server backup sudah selesei :


Memanage windows server backup :


klik local backup kemudian tentukan schedule yang akan digunakan :


menggunakan backup schedule :


seleksi backup yang digunakan dalam hal ini kita pilih full server :


seleksi backup yang digunakan dalam hal ini kita pilih full server :


tentukan spesifikasi waktu yang akan digunakan pas backup :


spesifikasi type backup disini digunakan backup dengan share network folder : 


Muncul pop up yang akan menanyakan data share yang sudah ada atau belum :


isikan letak folder yang akan dishare, pertama kita harus membuat foldernya terlebih dahulu. nah pada langkah selanjutnya akan diberikan caranya :




buat terlebih dahulu folder share, buat pada letak local Disk (C:) llau buat foldernya. disini saya membuat folder dengan nama backup. : 



Langkah selanjutnya folder yang sudah kalian buat, klik kanan lalu pilih propertis : 



lalu klik share :


Hak akses file sharing yang digunakan Administrator lalu klik share :


berikut gambar dibawah ini adalah folder yang akan di share lalu klik done :


klik system untuk mengetahui nama komputer kita, atau bisa juga kalian ketik pada keyboard kalian bar(windows)+pause break :


yap seperti ini lah tampilan yang akan muncul, nah nama komputer saya disitu ALIFA :


Masukkan usernam dan password Administrator kalian :



konfirmasi backup schedule telah selesei :


Status backup pertama sudah ditampilkan pada jam 1:30 backup pertama :


Tampilkan pada local backup :


Langkah selanjutnya Backup Once


pilih “Different Options” dan klik next :


Schedule yang akan dipilih : 


Buat satu folder yang terdiri dari beberapa data, contohnya seperti gambar dibawah ini :


Pilih letak folder yang akan ditempatkan sebagai penyimapanan data :



seleksi backup, nah file tersebut adalah file yang akan kita backup, caranya add items :


Type backup yang akan digunakan :


lokasi server yang akan dijadikan backup :


status proses backup :


status backup progres :


jadwal backup selanjutnya : 


RESTORE DATA 

dalam hal ini diambil contoh data yang dibuat hilang, yap kita akan delete folder Data : 



klik recovery lalu arahkan ke data yang akan dikembalikan :


Special lokasi type yang digunakan :


Spesesifikasi remote folder :


Ambil data sesuai tanggal yang digunakan : 


file atau folder yang akan dikembalikan :


Seleksi folder yang akan dikembalikan :


letak folder yang nantinya akan dikembalikan :



Konfimasi, lalu klik recovery :


Hasil file Recovery  : 


Cek hasilnya di dalam folder :

yeay berhasil. semoga bermanfaat yaa sobat. semangat untuk mengerjakannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *