Gaya Hidup

LAB 5.1 DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL (DHCP)

LAB 5.1 DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL (DHCP)

Pengertian DHCP 

Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.

disini saya menggunakan aplikasi GNS3, berikut adalah cara konfigurasinya :

Topologi 

Table IP Address

Install dan Konfigurasi Server DHCP 

1) Install Packages pada Server, dengan menggunakan perintah dibawah ini :


DHCP sudah terinstall :


2) setelah terinstall edit file named.conf yang terletak di folder /etc/ :

nano /etc/dhcp/dhcpd.conf 


3) maka isi file tersebut belum ada script apapun :


4) kemudian tambahkan pada bagian paling bawah seperti ini sesuaikan network yang dibuat :


Keterangan :option domain-name “dhcp-Serveralifa”; adalah nama domain Server DHCP.default-lease-time 600; adalah waktu default pemberian IP kepada client.max-lease-time 7200; adalah waktu maksimal pemberian IP kepada client.subnet berisi IP kalian yang di akhiri dengan angka 0.range berisi IP yang akan di distribusikan ke client.option routers adalah IP router.option domain-name-servers adalah IP DNS.option broadcast-address adalah IP broadcast.


5) jika lupa dengan scriptnya kita copy paste pada file /usr/share/doc/dhcp-4.2.5/dhcpd.conf.example, setelah itu aktifkan server dhcp yang telah kita buat dengan perintah :



6) untuk melihat apakah server DHCP berjalan dengan baik gunakan perintah :


7) kemudian lakukan perintah dibawah ini agar server DHCP  berjalan secara otomatis ketika server di restart :


Konfigurasi Client DHCP 

1) kita akan capture di kabel servernya, klik kanan pada bagian yang mau di remot disini yang kita capture adalah jaringan yang menuju server kemudian pilih start capture.

2) pilih interfaces yang akan kita capture misalnya disini yang ingin kita capture adalah interface SW1 port 1. 


3) untuk setting dhcp pada client lakukan pemilihan Obtain an IP address Automatically :


4) untuk melakukan pengecekan pada client, klik tombol details pada local area Connection status, dan hasilnya seperti dibawah ini :


5) maka hasil wireshark akan muncul seperti pada gambar dibawah ini :




  • DHCPDISCOVER

  1. DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCP client menggunakan IP 0.0.0.0 karena belum memiliki IP.

  • DHCPOFFER

  1. Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah IP kepada DHCP client.
  2. DHCP server menggunakan IP 172.16.11.105, itu adalah IP server dan di kirimkan secara broadcast.

  • DHCPREQUEST

  1. Client meminta DHCP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam  Range pada DHCP Server yang bersangkutan.
  2. DHCP client masih menggunakan IP 0.0.0.0 dan di kirimkan secara broadcast.

  • DHCPACK

  1. DHCP server akan merespons permintaan dari client dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat dan konfigurasi TCP/IP lainnya kepada client dan memperbarui basis data database miliknya.
  2. DHCP server menggunakan IP 172.16.11.105 dan di kirimkan secara broadcast.


6) maka dari sisi server bisa dilihat proses request antara dhcp server ke dhcp client :


STATIC DHCP 

1) kita copy MAC-Address si client, caranya seperti pada gambar dibawah ini :


2) setelah terinstall edit file named.conf yang terletak di folder /etc/ :

nano /etc/dhcp/dhcpd.conf 

 

3) lalu masukkan script tambahan di paling bawah (kotak merah) 
host ALIFA = host ALIFA disini adalah nama PC kita 
dan masukkan MAC-address yang sudah kita copy sebelumnya.
untuk “Fixed-Address” = maksudnya adalah kita yang akan menentukan/yang mengatur Ip address yang akan diberikan pada client tersebut.  



4) untuk melakukan pengecekan pada client, klik tombol details pada local area Connection status, dan hasilnya seperti dibawah ini, nah terlehiat disitu bahwa sama dengan Ip address yang sudah kita daftarkan di server :




SEMANGAT, SEMOGA BERMANFAAT:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *